Clock
Sunday, November 23, 2014
Penghargaan dan Hukuman dalam Organisasi Perusahaan
3:17 AM
No comments
Thursday, October 23, 2014
konflik organisasi
4:25 AM
No comments
KONFLIK ORGANISASI
Konflik adalah suatu proses antara dua orang atau lebih dimana salah
satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau
membuatnya menjadi tidak berdaya.
Konflik itu sendiri
merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah
mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik
itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik yang dapat
terkontrol akan menghasilkan integrasi yang baik, namun sebaliknya integrasi
yang tidak sempurna dapat menciptakan suatu konflik.
Konflik menurut para ahli :
-
Konflik menurut Robbin
konflik organisasi
menurut Robbins (1996) adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat
adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh
terhadap pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh
negatif.
- Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis
(1977) konflik merupakan warisan kehidupan sosial
yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan
ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih
pihak secara berterusan.
-
Menurut Gibson, et al
(1997: 437)
hubungan selain dapat
menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan
konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki
kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama
lain.
Pandangan ini menurut Robbin yaitu terbagi 3 hal yaitu :
1.Pandangan
tradisional
Pandangan ini
menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan,
dan harus dihindari. Konflik ini suatu hasil disfungsional akibat komunikasi
yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan diantara orang-orang dan kegagalan
manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi para karyawan tersebut.
2.Pandangan kepada
hubungan manusia.
Pandangan ini
menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai sesuatu peristiwa yang wajar terjadi
didalam suatu kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang
tidak dapat dihindari karena didalam kelompok atau organisasi pasti terjadi
perbedaan pandangan atau pendapat. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan
sebagai suatu hal yang bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja organisasi
tersebut.
3.Pandangan
interaksionis.
Pandangan ini
menyatakan bahwa mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya suatu
konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai dan
serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif dan tidak inovatif.
Oleh karena itu, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara
berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat
dan kreatif.
Jenis – Jenis Konflik :
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).
3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompokatau antar organisasi.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.
Sumber-Sumber Utama Penyebab Konflik Organisasi
Penyebab terjadinya konflik
dalam organisasi, yaitu :
1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan,
1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan,
2. Perbedaan latar
belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula,
3. Perbedaan
kepentingan individu atau kelompok,
4. Perubahan-perubahan
nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, dan
5. Perbedaan pola
interaksi yang satu dengan yang lainnya.
Efek Konflik Organisasi
Konflik ibarat pisau bermata dua: Ia punya efek negatif dan
positif bagi perkembangan organisasi. Efek ini terutama berkenaan dengan para
individu yang menjadi anggota organisasi, dari level bawah hingga level atas.
Identifikasi atas efek negatif dan positif ini mudah-mudahan membawa kita lebih
mampu memanajemen konflik demi kepentingan diri kita sendiri.
Robert J. Edelmann membagi efek konflik ke dalam dua kategori
yaitu efek negatif dan efek positif. Rincian dari masing-masing efek sebagai
berikut
Efek Negatif. Efek negatif dari konflik bisa berlingkup baik pada level
individu ataupun organisasi. Pada level organisasi, konflik merusak kinerja
organisasi sekaligus unit-unit yang ada di dalamnya. Pada level individu,
konflik merusak dalam bentuk tertekannya pekerja (job stress). Berikut adalah
rincian efek negatif konflik organisasi:
Reaksi umum atas konflik seperti ketidakmampuan konsentrasi dan
berpikir secara jelas, dengan peningkatan gangguan dan kemampuan untuk santai.
Penyakit kecil yang tidak bisa diremehkan seperti sakit kepala,
sulit tidur dan mual merupakan peringatan awal, yang jika tidak disikapi
serius, akan berujung pada peningkatan tekanan darah (hipertensi). Apalagi
pekerja tersebut punya pola makan tidak sehat, bisa kolesterol.
Tanda perilaku yang meliputi membuang diri dari pergaulan,
penggunaan alkohol yang berlebih, merokok seperti “kereta api” (klepas-klepus),
yang semuanya dimaksudkan untuk menurunkan ketegangan.
Lingkaran setan konflik berujung pada stress, yang kemudian
mendorong terbitnya sinisme baik terhadap klien ataupun kolega kerja. Ini juga
berdampak pada eskalasi konflik.
Efek Positif – Konflik juga punya efek positif di tataran individu. Bahkan, konflik sesungguhnya lebih banyak efek positif tinimbang negatif. Rincian efek positif konflik bisa kami ceritakan sebagai berikut ini:
Memperkuat hubungan. Dua orang yang mampu mengenali perbedaan
akibat konflik, kenapa perbedaan muncul, dapat melakukan diskusi guna
menyelesaikannya sehingga satu sama lain dapat mengenal lebih dalam.
Meningkatnya kepercayaan. Jika dua orang bisa menyelesaikan
konflik, mereka akan lebih mempercayai masing-masing pihak di masa datang
dengan mengetahui bahwa perbedaan di antara mereka bisa diselesaikan.
Peningkatan harga diri. Hasil produktif dari konflik adalah
peningkatan harga diri dari tiap pihak yang bertikai.
Penguatan kreativitas dan produktivitas. Konflik jika
dimanajemen secara baik merupakan kondisi yang memungkinkan kreativitas dan
diskusi antar orang dengan kepentingan berbeda, dan ujungnya peningkatan
produktivitas.
Kepuasan kerja. Orang butuh sejumlah perangsang dan menggunakan
pengalaman dalam hal penaikan dan penurunan ketegangan, dalam rangka meraih
kepuasan kerja.
Teknik-Teknik Utama Untuk Memecahkan Konflik
Organisasi
Ada beberapa cara
untuk menangani konflik yaitu :
1. Introspeksi
diri,
2. Mengevaluasi
pihak-pihak yang terlibat,
3. Identifikasi
sumber konflik,
Spiegel (1994)
menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik
:
1. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan
jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak
lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu
membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan
pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah
(win-lose solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan
dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan
dalam hubungan atasan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya
(kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.
2. Menghindari konflik
Tindakan ini dilakukan
jika salah satu pihak menghindari dari situsa tersebut secara fisik ataupun
psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi
menang kalah terjadi lagi disini.
Menghindari konflik
bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana,
mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada
saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu
pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan
tersebut.
3. Akomodasi
Yaitu jika kita
mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat
keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self sacrifying
behaviour. Halini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih
utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.
Pertimbangan antara
kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal
yang utama di sini
yaitu :
4. Kompromi
Tindakan ini dapat
dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama
penting dan hubungan baik menjadi yang utama.
Masing-masing pihak
akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi
menang-menang (win-win solution).
5. Berkolaborasi
Menciptakan situasi
menang-menang dengan saling bekerja sama.
Pilihan tindakan ada
pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika
terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi
menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.
Referensi :
Munandar AS. Manajemen
Konflik dalam Organisasi , Pengendalian Konflik dalam Organisasi,
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta, 1987
Miftah Thoha. Kepemimpinan
dalam Manajemen. PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993.
http://setabasri01.blogspot.com/2011/01/konflik-dalam-organisasi.html
Monday, September 29, 2014
Organisasi Perusahaan
10:42 PM
No comments
Pengertian
Organisasi Perusahaan.
Organisasi
Perusahaan adalah suatu proses dimana terdapat orang-orang yang saling
berkomunikasi dan berinteraksi pada perusahaan tersebut. Organisasi Perusahaan
juga disebut suatu rangka dasar yang menjadi tempat orang-orang melangsungkan
kegiatannya untuk menerima, menyimpan, mengolah, menyajikan informasi, dan
merawat aktiva yang mencakup susunan staf, alokasi tugas, dan tanggung jawab
dalam mengelola data, memasok informasi untuk pembuatan keputusan dan merawat aktiva.
Pengertian
Organisasi Menurut Para Ahli :
1.
Organisasi Menurut Stoner
Organisasi
adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang dibawah
pengarahan manajer dan tujuan bersama.
2.
Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi
adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
3.
Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Suatu
system kegiatan kerjasama dari 2orang atau lebih dengan sesuatu yg tidak
terwujud & tidak bersifat perseorangan.
Arti
Penting Dalam Organisasi Perusahaan
BERDASARKAN
STRUKTUR ORGANISASI
I. menciptakan bayangan kesuksesan untuk
bisnis kita, dengan memiliki Struktur Organisasi kita telah berimajinasi
seperti apa bisnis kita dimasa mendatang. Divisi – divisi dan posisi – posisi
apa saja yang nanti akan ada bisa tergambar dengan jelas saat ini.
II. memudahkan pengembangan Sumber Daya
Manusia, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian perusahaan
mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur Organisasi juga bisa menjadi
alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan nantinya.
Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan berusaha untuk mendapatkan SDM yang
berkualitas pada posisi-posisi yang saat ini masih kosong atau rangkap jabatan.
Bagi karyawan Struktur Organisasi ini juga akan menjadi motivasi tersendiri
untuk naik jabatan pada posisi diatasnya, tanpa Struktur Organisasi karyawan
tidak/ belum mengetahui apakah ada jabatan diatas posisinya saat ini.
III. fungsi delegasi, dengan Struktur
Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi delegasi antar setiap bagian
pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih ada setidaknya akan diketahui pada
posisi mana kita sedang bekerja. Hal ini akan sangat terasa ketika kita telah
memiliki karyawan, kadangkala kita melimpahkan pekerjaan pada karyawan tetapi
hal itu tidak sesuai dengan lingkup pekerjaannya, sehingga hasil pekerjaan
tersebut menjadi tidak maksimal, jika sejak awal kita telah menempatkan
karyawan tadi pada suatu posisi tertentu dalam Struktur Organisasi maka kita
bisa melihat apakah pekerjaan yang didelegasikan sudah sesuai dengan posisi dan
lingkup pekerjaan karyawan tersebut.
Pengeertian
Dari Tabel Di Atas:
1. Dewan Direksi :
Dewan
direksi terdiri dari satu orang direktur utama, tiga orang wakil direktur utama
dan enam orang direktur.
Tugas
utama dari direksi :
· Menentukan usaha sebagai pimpinan umum
dalam mengelola perusahaan.
· Memegang kekuasaan secara penuh dan
bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan.
· Menentukan kebijakan yang dilaksanakan
perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.
Tanggung
jawab dari direksi:
Untuk
mengelola usaha perseroan sesuai anggaran dasar. Pada tahun 2006 secara formal
direksi mengadakan tiga kali rapat direksi untuk mengevaluasi kinerja
operasional dan keuangan perseroan, serta meninjau strategi dan hal-hal penting
lainnya. Selain itu beberapa pertemuan informal juga dilaksanakan untuk
membahas dan menyetujui hal-hal yang membutuhkan perhatian dengan segera.
2. DIREKTUR UTAMA :
· Mengkoordinasikan dan mengendalikan
kegiatan-kegiatan di bidang administrasi keuangan,kepegawaian dan
kesekretarian.
· Mengkoordinasikan dan mengendalikan
kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan.
· Merencanakan dan mengembangkan
sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
· Mengendalikan uang pendapatan, hasil
penagihan rekening penggunaan air dari langganan.
· Melaksanakan tugas-tugas yang di
berikan Dewan Direksi.
· Dalam melaksanakan tugas-tugas Direktur
Umum bertanggung jawab kepada Dewan direksi.
· Memimpin seluruh dewan atau komite
eksekutif.
· Menawarkan visi dan imajinasi di
tingkat tertinggi (biasanya bekerja sama dengan MD atau CEO)
· Memimpin rapat umum, dalam hal; untuk
memastikan pelaksanaan tata tertib: keadilan dan kesempatan bagi semua untuk
berkontribusi secara tepat; mengarahkan diskusi kea rah consensus; menjelaskan
dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan.
· Bertindak sebagai perwakilan organisasi
dalam hubungannya dengan dunia luar.
· Memainkan bagian terkemuka dalam
menentukan komposisi dari board dan sub-komite, sehingga tercapai keselarasan
dan efektivitas.
· Mengambil keputusan sebagaimana di
delegasikan oleh BOD atau pada situasi tertentu yang dianggap perlu, yang
diputuskan dalam meeting-meeting BOD.
· Menjalankan tanggung jawab dari
direktur perusahaan sesuai dengan standaretika dan hokum, sebagai refrensi
dalam (apapun standar dokumen kebijakan direktur yang mungkin anda gunakan)
3. Direktur :
· Menetapkan Prosedur kegiatan perusahaan
ditiap-tiap manajer untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan.
· Menetapkan tujuan dari tiap-tiap manajer
yang ada.
· Mengawasi dan mengkoordinir
kegiatan-kegiatan dari manajer secara periodik dan pertanggungjawabannya.
· Mengadakan pengangkatan, mutasi dan
pemberhentian karyawan beserta gajinya.
· Menetapkan kebijakan operasional perusahaan
untuk jangka pendek.
· Sebagai pimpinan dari perusahaan.
Direktur bertanggung jawab
atas kerugian PT yang disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan PT
sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam
menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Atas
kerugian PT, direktur akan dimintakan pertanggungjawabannya secara perdata.
Apabila
kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan
kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan
yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan
Terbatas, maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT.
4. Direktur Keuangan:
· Direktur keuangan dapat membentuk organ
setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Dewan
Direksi.
· Mengawasi Operasional mengenai keuangan
perusahaan.
· Melakukan pengecekan lapangan mengenai
bagian keuangan
· Meminta pertanggungjawaban dari
tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya
· Mempertanggungjawabkan kegiatan yang
ada mengenai bagian keuangan
· Menetapkan prosedur pelaksanaan secara
rinci tentang keuangan
· Menetapkan standar pekerjaan lapangan
untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam bagian keuangan.
5. Direktur Personalia :
· a. Mengembangkan system perencanaan
personalia dan pengendalian kebijakan
· pegawai
· b. Melaksanakan Kebutuhan administrasi
dan kepagawaian.
· c. Membina pengembangan staff
administrasi
6. Manager :
Tugas
seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel
(karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan
organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun
mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai
berikut:
Pengarahan
(direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan
lain-lain.
Rancangan
organisasi dan pekerjaan.
Seleksi,
pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
Sistem
komunikasi dan pengendalian.
Sistem
reward.
7. Manager Personalia :
A. Buat Pengorganisasian, perencanaan program
& pengendalian Unit Personalia
B. Buat Flow Process Administrasi seluruh
kegiatan Personalia
– Proses
& Prosedur Rekrutmen : searching, interview, test and selection.
–
Remuneration Management : Struktur dan Skala Gaji, Basic Salary, Allowance,
Incentive & Overtime.
– System
Penilaian Kinerja Karyawan
–
Seluruh Perizinan Ketenaga Kerjaan
–
Promosi, Mutasi & Demosi serta PHK
–
Handling karyawan Tetap, Kontrak & Harian serta PKL
–
Perjalanan Dinas dalam/luar negeri serta fasilitasnya
–
Training & Evaluasi
–
Medical, Hospital, Asuransi & Dana Pensiun karyawan
–
Benefit & Fasilitas Lainnya
C. System Penyediaan Data Karyawan, Surat-surat
serta Form Administrasi kegiatan personalia
D. Buat dan pastikan System Dokumentasinya
yang Efektif
E. Buat System pelaporan Seluruh Kegiatan
Personalia.
8. Manager Pemasaran :
Menetapkan
prosedur operasional Informasi yang lebih efisien
Melaporkan
hasil kerja kepada direktur secara berkala.
Bertanggungjawab
penuh tentang fungsi dan tugas sebagai kepala bagian pemasaran secara berkala
kepada direktur.
9. Manager Pabrik :
1) Berkaitan Kepada Direktur :
· Bertanggung jawab kepada direktur perusahaan
langsung.
· Melakukan konsultasi berkala supaya
tercapai keselarasan pelaksanaan tugas.
2) Berkaitan Dengan Produksi :
· Bersama-sama dengan bagian lain untuk
mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan produksi
· Mengarahkan setiap bagian yang di
tunjuk oleh direktur perusahaan.
· Bersama-sama dengan supervisor
menangani masalah pabrik.
Manajer
pabrik membawahi PPC, Produksi, Pembelian, dan Gusang Bahan Buku.
10. ADM & Gudang :
Bagian
ini akan mengecek semua administrasi dan transaksi berhubungan dengan jalannya
perusahaan. Bagian ini terdiri dari CMT,Acounting, dan Kasir.
· CMT bertugas untuk mengurus hal hal
berkaitan dengan pihak Outsourcing.
· Accounting bertugas untuk melakukan
membukukan transaksi yang terjadi.
· Kasir bertugas untuk membuat laporan
penerimaan dan pengeluaran uang harian.
11. Divisi regional :
· Mengelola asset untuk menjalankan
bisnis secara benar sesuai arah perusahaan.
· Menyepakati target kinerja dengan direksi.
· Beroperasi sebagai badan usaha yang
member keuntungan kepada pemilik modal.
· Menjalankan kebijakan dan prosedur baku
yang di tetapkan oleh Kantor Pusat.
· Menciptakan dan Meningkatkan nilai
tambah perusahaan bagi pemilik modal, calom penanam modal dan pemangku
kepentingan.
Bentuk
Struktur Organisasi Perusahaan:
1.
Struktur organisasi lini
Struktur
organisasi ini, menggambarkan secara
jelas wewenang dari atasan yang digariskan secara vertikal kepada bawahan.
Begitu juga sebaliknya, tanggung jawab dari bawahan akan diberikan secara
langsung kepada atasan yang memberi perintah. Organisasi lini banyak dipakai
oleh organisasi yang masih kecil, dengan jumlah karyawan sedikit dan spesialisasi
pekerjaan masih sederhana.
2.
Struktur Organisasi Fungsional
Pada
struktur organisasi fungsional awalnya diciptakan oleh F.W.Taylor. Konsep
struktur ini asal berasal dari adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan
secara jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang dalam memberikan perintah
kepada setiap bawahan, sepanjang masih ada hubungan terhadap fungsinya. Jadi,
setiap pegawai bisa mempunyai atasan lebih dari satu dan berbeda.
3. Struktur
organisasi Garis Dan Staf
Seperti
namanya, struktur organisasi ini merupakan metode kombinasi yang di kembangkan
oleh Harrington Emerson. Pada umumnya banyak digunakan pada organisasi yang
besar, dengan bidang tugas yang beragam dan jumlah karyawan yang banyak
sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, tapi memerlukan bantuan staf.
Staf disini merupakan orang yang ahli dalam bidang tertentu untuk memberikan
nasihat pada pimpinan pada bidang tersebut.
Sumber:
http://pralitaputrinoviari.wordpress.com/bentuk-bentuk-organisasi-perusahaan/
http://articles-by-me.blogspot.com/tugas-sofskill-berjudul-organisasi.html
Litter, Joseph A . An introduce management. Santa barben John Wiley ans Sons,1987.
Winardi, Manajer dan Manajemen.Bandung: Citra adhitya Bakti, 1993
Barnard, Chester 1. The function of the Executive. Cambright . Mars Harvad University Press, 1938
Litter, Joseph A . An introduce management. Santa barben John Wiley ans Sons,1987.
Winardi, Manajer dan Manajemen.Bandung: Citra adhitya Bakti, 1993
Barnard, Chester 1. The function of the Executive. Cambright . Mars Harvad University Press, 1938
Thursday, November 21, 2013
6:24 AM
No comments
Pentingnya belajar bahasa inggris
Di era modern seperti ini menguasai bahasa inggris sangatlah penting . Sebab,bahasa inggris adalah bahasa internasional yang digunakan untuk berkomunikasi di sebagian besar Negara didunia. Bahasa inggris bias menghubungkan berbagai Negara didunia. Selain untuk berkomunikasi bahasa inggris juga sangat diperlukan antara lain untuk pendidikan karena sebagian besar buku ditulis dalam bahasa inggris.Selain itu, bahasa inggris juga sebagai sarana yang ampuh untuk menaklukan internet serta akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.
Di Indonesia bahasa inggris merupakan bahasa asing yang dipelajari dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bahasa inggris adalah salah satu pelajaran yang di-UNAS-kan ditingkat SMP dan SMA. Maka bahasa inggris penting untuk dikuasai.Namun tak mudah bagi pelajar Indonesia mempelajari bahasa inggris karenya banyak hal yang harus dipelajari diantaranya kosakata (vocabulary ),pengucapan (pronounciation) dan tata bahasa (grammar ).
Tingginya tingkat kesulitan inilah yang menimbulkan banyaknya siswa sekolah enggan untuk mempelajari bahasa inggris. Alasan mereka beragam. Diantaranya karena bahasa inggrisdianggap terlalu rumit, bahasa inggris adalah pelajaran yang serius tidak bias santai dan pelajaran yang menakutkan. Karena anggapan bahwa bahasa inggris itu sulit dan menakutkan maka siswa-siswi menjadi tidak bersemangat dan tidak respect terhadap pelajaran tersebut, Akhirnya hal ini berpengaruh terhadap nilai pelajaran.
Tidak Sulit
Meskipun bukan bahasa asli orang Indonesia,sebenarnyan bahasa inggris bukan hal yang mustahil untuk dipelajari. M engutip perkataan Gordon Dryden dalam presentasinya pada konferensi The People Network Mastermind, Dallas, Texas, Juni 1996 terhadap beberapa fakta sederhana tentang bahasa inggris. Enam fakta itu adalah bahasa inggris memiliki total 550.000 kata, hanya 2.000 – 3.000 kata yang digunakan dalam 65 % tulisan pada umumnya. Tiga fakta lainnya adalah bahasa inggris memiliki 26 huruf dan 44 jenis bunyi, Cuma ada 70 kombinasi ejaan utama dan kata kuncinya adalah fonetik.
Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya bahasa inggris tidak sesulit yang kita sangka selama ini. Asalkan kita menyukai dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa ini,kita pasti akan bisa. Dengan kata lain kunci keberhasilan dan kesuksesan adalah seseorang harus mempunyai gairah belajar. Menurut Marilyn king,rumus keberhasilan adalah gairah yang bervisi dan misi. Jadi untuk menuju kesuksesan seorang harus mempunyai motivasi dan tujuan (visi). Dalam mereakisasikan tujuan seseorang harus mempunyai upaya-upaya (misi).
Mudah karena kebiasaan
Magnesen mengatakan kita manusia belajar 10 % dari apa yang kit abaca, 20 % dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50 % dari apa yang lihat dan dengar, 70 % dari apa yang kita katakan dan lakukan .
Mengacu dari apa yang dikatakan Vernon,sebenarnya segala hal dapat dipelajari karena factor kebiasaan.manusia dapat belajar 50% dari yang dilihat dan didengar karena dia sulit terbiasa. Factor kebiasaan kemudian melekat dalam memorinya,sehingga menjadi energy pendorong untuk mempelajarinya.
Demikian pula halnya dengan belajar bahasa inggris. Kita dapat memulai menyenangi bahasa inggris dengan melakukan hal-hal yang bersifat kebiasaan dan menyenangkan dan tidak langsung mempelajari teks-teks pelajaran bahasa inggris. Misalnya sering membaca teks bahasa inggris dan yang paling penting membiasakan diri berbicara dengan bahasa inggris. Bila perlu pola pembiasaan komunikasi dengan bahasa inggris diciptakan dengan menentukan hari-hari khusus untuk praktik berbicara ( speaking ).selama langkah-langkah tersebut dilakukan yakinlah bahwa bahawa bahasa inggris bukan momok yang menakutkan lagi. Selanjutnya kita akan merasa bahwa bahasa inggris merupakan pelajaran yang menyenangkan sehingga akhirnya kita bisa menguasai bahasa inggris dengan mudah. Semoga.
5:01 AM
No comments
Bahaya Merokok,
bahaya bagi perokok pasif, zat yang terkandung dalam rokok dan
cara pencegahannya.
BAHAYA MEROKOK
Rokok merupakan benda yang sudah tak
asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan
meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti
dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah
diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok
meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan
gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring,
kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan
kehamilan dan cacat pada janian.
Pasioen-pasien perokok juga berisiko tinggi
mengalami komplikasi atau sukarnya penyembuhan luka setelah pembedahan termasuk
bedah plastik dan rekonstruksi, operasi plastik pembentukan payudara dan operai
yang menyangkut anggota tubuh, bagian bawah.
Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit
dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi
orang yang merokok untuk mengalihkan diri dari stress dan tekanan emosi, lebih
sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak
memiliki latar belakang depresi.
Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya
bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang
bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa disebut juga dengan
perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yakni
tembakau. Di Indonesia tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur
untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai
rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap
(tembakau kunyah).
Sebetulnya apa saja yang terkandung dalam
asap sebatang rokok yang dihisap ? Tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun.
Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel.
Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak,
akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin,
4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di
dalam rokok.
Komponen gas asap rokok adalah
karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid.
Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol dan kresol. Zat-zat ini
beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen). Sebetulnya apa sih
zat-zat tersebut dan bagaimana mereka membahayakan tubuh ?
(1) Nikotin. Zat yang paling sering
dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan
darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan
dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang
dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan.
(2) Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang
rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkung rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam
satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke
dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayakangkan bila seorang perkok berat
menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini
masuk ke dalam tubuh. (3) Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang
kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya
hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernasapan
sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen maka gas CO ini
merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan
gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara
dalam darah perokok mencapai 4-15 persen. (4) Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu
bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat
rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah
dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan
gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengedapan ini bervariasi antara 3-40
mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg.
—Antibodi Menurun
Rongga mulut sangat mudah terpapar efek yang merugikan akibat merokok. Tejadinya perubahan dalam rongga mulut sangat masuk diakal karena mulut merupakan awal terjadinya penyerapan zat-zat hasil pembakaran rokok. Temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, sedangkan ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C.
Rongga mulut sangat mudah terpapar efek yang merugikan akibat merokok. Tejadinya perubahan dalam rongga mulut sangat masuk diakal karena mulut merupakan awal terjadinya penyerapan zat-zat hasil pembakaran rokok. Temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, sedangkan ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C.
Asap panas yang berhembus terus menerus ke
dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran
darah dan mengurangi pengeluaran ludan. Akibatnya rongga mulut menjadi kering
dan lebih an-aerob (suasana bebas zar asam) sehingga memberikan lingkungan yang
sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok
berisiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung
gigi dibandingkan mereka yang perokok.
Pengaruh asap rokok secara langsung adalah
iritasi terhadap gusi dan secara tidak langsung melalui produk-produk rokok
seperti nikotin yang sudah masuk melalui aliran darah dan ludah, jaringan
pendukung gigi yang sehat seperti gusi, selaput gigi, semen gigi dan tulang
tempat tertanamnya gigi menjadi rusak karena terganggunya fungsi normal
mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dan dapat merangsang tubuh untuk
menghancurkan jaringan sehat di sekitarnya.
Pada perokok terdapat penurunan zat kekebalan
tubuh (antibodi) yang terdapat di dalam ludah yang berguna untuk menetralisir
bakteri dalam rongga mulut dan terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan
tubuh. Sel pertahanan tubuh tidak dapat mendekati dan memakan bakteri-bakteri
penyerang tubuh sehinggal sel pertahanan tubuh tidak peka lagi terhadap
perubahan di sekitarnya juga terhadap infeksi.
Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami
penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih
kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya.
Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya
aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit
gusi.
Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang
terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering tejadi yang
disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang dapat menyebabkan
bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan
akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak.
Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak
terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit
jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan
tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perkok. Pada
perawatan penyakit jaringan pendukung gigi pasien perokok memerlukan perawatan
yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada
keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan
plak dan karang gigi.
Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat
sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap
setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status
merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.
Nikotin berperan dalam memulai terjadinya
penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan
lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada
permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan
hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Perlekatan jaringan ikat dan serat-serat
kolagen terhambat, sehingga proses penyembuhan dan regenerasi jaringan setelah
perawatan terganggu.
Tembakau kunyah sering disebut juga tembakau
tanpa asap, tampaknya juga telah menjadi tren dan produknya banyak dimanfaatkan
oleh kalangan muda, atletik dan wanita usia lanjut di Amerika. Di Indonesia
mengunyah tembakau telah menjadi kebiasan sejak dulu. Walaupun tanpa asap
kebiasaan mengunyah tembakau ini diduga sebagai penyebab terjadinya ‘bercak
putih’ (leukoplakia) dan terjadinya kanker rongga mulut. Kelainan biasanya
terjadi di daerah pipi, tempat tembakau tanpa asap ini biasa disisipkan.
* drg Amalia (sh)
Bahaya Bagi Perokok Pasif
Perokok Pasif Mempunyai Risiko Lebih Besar
Dibandingkan Perokok Aktif
Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia
beracun dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Bahkan
bahan berbahaya dan racun dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan
kesehatan pada orang yang merokok, namun juga kepada orang-orang di sekitarnya
yang tidak merokok yang sebagian besar adalah bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang
terpaksa menjadi perokok pasif oleh karena ayah atau suami mereka merokok di
rumah. Padahal perokok pasif mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita
kanker paru-paru dan penyakit jantung ishkemia. Sedangkan pada janin, bayi dan
anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat
badan lahir rendah, bronchitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan
asthma.
Demikian penegasan Menkes Dr. Achmad Sujudi
pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan tema “Kemiskinan dan
Merokok Sebuah Lingkaran Setan” sekaligus meluncurkan buku Fakta Tembakau Indonesia
Data Emperis Untuk Strategi Nasional Penanggulangan Masalah Tembakau tanggal 31
Mei 2004 di Kantor Depkes Jakarta.
Mengingat besarnya masalah rokok, Menkes
mengajak seluruh masyarakat bersama pemerintah untuk menjalankan cara-cara
penanggulangan rokok secara sistematis dan terus menerus yaitu meningkatkan
penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat, memperluas dan
mengefektifkan kawasan bebas rokok, secara bertahap mengurangi iklan dan
promosi rokok, mengefektifkan fungsi label, menggunakan mekanisme harga dan
cukai untuk menurunkan demand merokok dan memperbaiki hukum dan
perundang-undangan tentang penanggulangan masalah rokok.
Menurut Menkes, kemiskinan dan merokok
terutama bagi penduduk miskin merupakan dua hal yang saling berhubungan dan
mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang membakar rokok tiap hari berarti
telah kehilangan kesempatan untuk membelikan susu atau makanan lain yang
bergizi bagi anak dan keluarganya. Akibat dari itu anaknya tidak dapat tumbuh
dengan baik dan kecerdasanya juga tidak cukup berkembang, sehingga kapasitasnya
untuk hidup lebih baik di usia dewasa menjadi sangat terbatas. Selain itu,
kemungkinan besar sang ayah juga meninggal oleh karena penyakit yang
berhubungan dengan kebiasaan merokok. Demikian seterusnya, sehingga merokok dan
kemiskinan merupakan sebuah lingkaran setan
Menkes menambahkan, kebiasaan merokok di
Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi
Nasional) penduduk Indonesia usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok
sebanyak 31,6%. Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang
mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi
kelima di dunia dengan jumlah rokok yang dikonsumsi (dibakar) pada tahun 2002
sebanyak 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah Republik Rakyat China
(1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar), Rusia (375.000 milyar) dan
Jepang (299.085 milyar).
Menurut Menkes, diantara penduduk laki-laki
dewasa, persentase yang mempunyai kebiasaan merokok jumlahnya melebihi 60%.
Walaupun peningkatan prevalensi merokok ini merupakan fenomena umum di negara
berkembang, namun prevalensi merokok di kalangan laki-laki dewasa di Indonesia
termasuk yang sangat tinggi.
Sedangkan di negara maju yang terjadi justru
sebaliknya, persentase perokok terus menerus cenderung menurun dan saat ini
kira-kira hanya 30% laki-laki dewasa di negara maju yang mempunyai kebiasaan
merokok. Hal ini disebabkan tingkat kesadaran masyarakat di negara maju akan
bahaya merokok sudah tinggi. Masyarakat sudah sadar merokok merupakan faktor
risiko penyebab kematian, faktor risiko berbagai penyakit dan disabilitas.
Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia dalam
sambutan tertulis yang dibacakan Dr. Frits Reijsenbach de Haan menyatakan,
masyarakat miskin adalah kelompok masyarakat yang paling menjadi korban dari
industri tembakau karena menggunakan penghasilannya untuk membeli sesuatu
(rokok) yang justru membahayakan kesehatan mereka.
Dalam laporan yang baru saja dikeluarkan WHO
berjudul “Tobacco and Poverty : A Vicious Cycle atau Tembakau dan Kemiskinan :
Sebuah Lingkaran Setan” dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia
tanggal 31 Mei 2004, membuktikan bahwa perokok yang paling banyak adalah
kelompok masyarakat miskin. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, jumlah
perokok terbanyak berasal dari kelompok masyarakat bawah. Mereka pula yang
memiliki beban ekonomi dan kesehatan yang terberat akibat kecanduan rokok. Dari
sekitar 1,3 milyar perokok di seluruh dunia, 84% diantaranya di negara-negara
berkembang.
Hasil penelitian itu juga menemukan bahwa
jumlah perokok terbanyak di Madras India justru berasal dari kelompok
masyarakat buta huruf. Kemudian riset lain membuktikan bahwa kelompok
masyarakat termiskin di Bangladesh menghabiskan hampir 10 kali lipat
penghasilannya untuk tembakau dibandingkan untuk kebutuhan pendidikan. Lalu
penelitian di 3 provinsi Vietnam menemukan, perokok menghabiskan 3,6 kali lebih
banyak untuk tembakau dibandingkan untuk pendidikan, 2,5 kali lebih banyak
untuk tembakau dibandingkan dengan pakaian dan 1,9 kali lebih banyak untuk
tembakau dibandingkan untuk biaya kesehatan.
Menurut WHO, merokok akan menciptakan beban
ganda, karena merokok akan menganggu kesehatan sehingga lebih banyak biaya
harus dikeluarkan untuk mengobati penyakitnya. Disamping itu meropok juga
menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli makanan yang bergizi.
Untuk mengurangi/menghilangkan kemiskinan,
pemerintah perlu segera mengatasi masalah konsumsi tembakau. Karena itu Kepala
Perwakilan WHO untuk Indonesia mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih
serius lagi mempertimbangkan untuk menandatangani global Framework Convention
on Tobacco Control (FCTC) akhir masa penandatangan akhir Juni 2004. Dengan
demikian Indonesia dapat menjadi pemimpin regional dalam gerakan pengawasan
tembakau.
Selain meluncurkan buku, Menkes menyerahkan
penghargaan “Manggala Karya Bakti Husada Arutala” kepada Pondok Pesantren
Langitan karena jasanya dalam menciptakan Kawasan Tanpa Rokok serta penyerahan
hadiah kepada 4 pemenang Quit and Win (Lomba Berhenti Merokok) yang
diselenggarakan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3).
Mungkin hanya rokok, satu-satunya produk yang
menyantumkan ‘iklan’ – pemberitahuan yang justru menyebabkan orang untuk
berpikir tentang kerugian merokok. Misal : Merokok bisa menimbulkan kanker,
impotensi, serangan jantung, berbahaya bagi janin dan lain sebagainya.
Sedikit info tentang rokok yang berkenaan
dengan bahan pokoknya, tembakau : Tembakau berasal dari kata Indian ‘tobago’
mengandung sekitar 2.000 unsur kimiawi! Yang sepuluh (10) diantaranya berbahaya
bagi kesehatan, yakni : Tar [belangkin], karbon monoksida, nikotin, hidrogen
sianida, benzopyrene, dimethyl nitrosamine, N-Nitrosonor nikotin, catechol,
phenol dan acrolein. Di beberapa negara telah dikenakan ketentuan-ketentuan
pembatasan kadar tar, nikotin dalam pembuatan rokok. Bahkan di Norwegia, Swedia
dan Finlandia, pembatasan merokok telah tegas diatur dengan undang-undang.
Tahun 1971 pemerintah Norwegia mensahkan pendirian ” National Council on
Smoking and Health ” – Dewan Nasional untuk Merokok dan Kesehatan -
Di Indonesia pemasaran rokok adalah pemasaran
produk yang paling heboh! Gencar menyelusup kesegenap wilayah kehidupan
masyarakat disemua strata. Tua, muda, miskin dan kaya bisa menikmati rokok. Hal
yang biasa, produsen rokok menjadi sponsor acara musik, sehingga masyarakat,
kawula muda khususnya bisa menikmati pertunjukkan musik artis idolanya dengan
cuma-cuma. Sponsor acara olahraga. Meskipun didunia olahraga, merokok adalah
hal yang tabu. Menjadi donatur – sponsor untuk pengelolaan, keindahan taman
suatu kota, kegiatan seminar dan lain sebagainya.
Sungguhpun benar bahwa akibat merokok
terhadap kesehatan seperti yang dicantumkan dalam iklan rokok pada dasarnya
ditanggung oleh perokoknya sendiri; akan tetapi justru kerugian besar malahan
terjadi pada orang-orang yang tidak merokok. Bagaimana mungkin seseorang yang
tidak pernah merokok tiba-tiba menderita penyakit yang diakibatkan oleh rokok?
Sangat ironis, dan jumlahnya tidak sedikit!
Mereka yang bukan perokok ketika berada di
tempat-tempat umum, atau berada di lingkungan kaum perokok. Mereka yang terpaksa
harus menghirup asap rokok. Mereka adalah : ” PEROKOK PASIF “.
Udara cemar yang dihirup oleh para perokok
pasif menimbulkan kumatnya penderita asma dan gejala-gejala lain yang
membahayakan bagi para penderita alergi lainnya. Disamping itu juga dapat membahayakan
fungsi jantung bagi yang menderita jantung koroner. Mereka dilanda konsentrasi
asap yang sangat membahayakan; terutama karena mengandung kadar karbon
monoksida yang melebihi kadar yang dianggap aman bagi kesehatan. Mereka secara
tidak langsung juga ikut menghirup asap rokok yang dinikmati oleh orang lain.
Penelitian menemukan bahwa telah ditemukan kadar nikotin yang dapat diukur
dalam darah dan urine para perokok pasif, tragis! Karbon monoksida mampu
merembes melalui dinding alveoli ke dalam darah. Lebih mudah dari oksigen yang
dibutuhkan oleh tubuh. Keberadaan karbon monoksida dalam darah mencegah darah
untuk menyerap jumlah oksigen yang normal dibutuhkan. Dengan demikian orang
harus bernafas lebih cepat dan jantung harus memompa lebih kuat untuk
mendapatkan oksigen yang diperlukan. Artinya peristiwa ini akan meningkatkan
tekanan dan memberikan beban yang lebih berat pada jantung.
Sesuatu yang lebih serius dan sangat
ditakuti, asap rokok mengandung tar yang dikenal sebagai penyebab kanker. Asap
rokok yang mengandung nikotin juga merangsang dinding pipa bronkial. Makin lama
rangsangan ini makin meningkat dan tubuh akan membuat lebih banyak lendir untuk
mencoba ‘menenangkan’ pipa-pipa bronkial, sehingga menimbulkan bronkitis
dan/atau emfisema.
Beberapa penyelidikan membuktikan bahwa
anak-anak yang orang tuanya merokok lebih mudah menderita penyakit pernafasan
daripada anak-anak yang orang tuanya tidak merokok. Orang tua yang menderita
penyakit infeksi pernafasan, anaknya dua kali lebih banyak menderita bronkitis
dan pneumonia pada umur dibawah satu tahun. Anak-anak dari ibu yang merokok
tidak saja mengalami risiko pada masa sebelum dilahirkan, tetapi selama berumur
kurang dari satu tahun juga dalam risiko yang lebih besar untuk menderita
penyakit serius. Meningkatnya kalangan perokok pada wanita, memperlihatkan
intensitas kanker paru di kalangan wanita makin meningkat. Lebih memprihatinkan
lagi merokok pada waktu hamil berpengaruh buruk pada janin dan bayi yang
dilahirkan dan dapat menyebabkan kelahiran dini – prematur.
Jika Anda adalah perokok dan punya sedikit
rasa kasih sayang dan ingin berbuat baik bagi sesama terutama bagi yang tidak
merokok, maka usahakan berhenti merokok atau dengan mengurangi rokok yang Anda
isap atau paling tidak merokoklah di tempat khusus yang telah disediakan. Tidak
merokok sembarangan. Tidak merokok di ruangan tertutup, di tempat umum yang ber
AC, di ruang rapat, pertemuan, di rumah makan, di dalam lift, di dalam
kendaraan umum, di lingkungan yang ada orang tidak merokok, wanita hamil, bayi,
anak-anak kecil. Matikan rokok sesudah diisap 2/3 panjang rokok. Sebab 50% dari tar terkumpul dalam 1/3 batang rokok yang tersisa.
Khususnya bagi perokok: Tetap tidak merokok habis seluruh batang, meskipun rokok tersebut berfilter. Sebab filter TIDAK menjamin bahwa asap yang diisap sudah bebas dari tar dan nikotin. Kemudian dengan mengurangi banyaknya asap yang diisap masuk kedalam paru-paru, dan mengisap rokok dengan kadar tar dan nikotin yang rendah.
anak-anak kecil. Matikan rokok sesudah diisap 2/3 panjang rokok. Sebab 50% dari tar terkumpul dalam 1/3 batang rokok yang tersisa.
Khususnya bagi perokok: Tetap tidak merokok habis seluruh batang, meskipun rokok tersebut berfilter. Sebab filter TIDAK menjamin bahwa asap yang diisap sudah bebas dari tar dan nikotin. Kemudian dengan mengurangi banyaknya asap yang diisap masuk kedalam paru-paru, dan mengisap rokok dengan kadar tar dan nikotin yang rendah.
Karena ketika merokok telah menjadi kebiasaan
yang sukar dihilangkan maka merokok bahkan menjadi ‘jembatan’ yang dapat
mendekatkan pelakunya pada bahaya yang lebih besar yaitu : bahaya narkoba,
terutama ber-ganja-ria. Akibat merokok nyata-nyata langsung maupun tak langsung
berakibat buruk bagi kesehatan si perokok sendiri, maupun orang lain yang tidak
merokok – perokok pasif. Akibat merokok bisa menyebabkan lahirnya manusia yang
tidak produktif, lemah, tidak berkualitas. Yang bahkan bisa menjadi beban bagi
keluarga, lingkungan juga bangsanya.
Zat-zat yang terkandung dalam rokok
Dalam setiap batang rokok yg anda hisap,
terkandung 3 zat berbahaya bagi kesehatan anda, yaitu :
TAR : Zat berbahaya
ini ( berupa kotoran pekat ) dpt menyumbat & mengiritasi paru2 &
sistem pernafasan, shg menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema &
dlm bbrp kasus menyebabkan kanker paru2 ( penyakit maut yg hampir tak dikenal
oleh mereka yg bukan perokok ).Racun kimia dlm TAR jg dpt meresap ke dlm aliran
darah & kemudian dikeluarkan di urine.TAR yg tersisa di kantung kemih jg
dpt menyebabkan penyakit kanker kantung kemih.
NIKOTIN : Adalah suatu zat yg membuat
kecanduan & dpt mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung (
melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.
KARBON MONOKSIDA : Zat ini dpt meresap dlm
aliran darah& mengurangi kemampuan sel2 darah merah untuk membawa Oksigen
ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran
darah.Selain itu, karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat2 penyumbat pembuluh
nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yg fatal….juga dapat menimbulkan
gangguan sirkulasi darah di kaki.Efek terakhir ini membuat para wanita perokok
lbh beresiko ( drpd wanita non perokok ) mendpt efek samping berbahaya bila meminum
pil kontrasepsi ( pil KB )…itulah sebabnya mengapa para dokter kandungan (
ginekolog ) umumnya segan memberi pil KB pd wanita yg merokok.
Hindarilah merokok pd masa kehamilan, krn
NIKOTIN 7 KARBONMONOKSIDA yg terdpt dlm aliran darah wanita perokok dpt membuat
pembuluh darah di Plasenta ( ari – ari ) mengecil, sehingga Oksigen &
Zat2 makanan yg mencapai janin akan berkurang, yg mana akhirnya dpt mengganggu
pertumbuhan janin itu sendiri & mengakibatkan bayi dilahirkan dgn berat
badan kurang, shg hrs di rawat dulu di unit perawatan khusus utk bayi yg baru
lahir.
Kandungan ke 3 zat berbahaya di dlm rokok
tsb, memang berbeda – beda utk setiap merek rokok.
Tetapi mengganti merek rokok yg dihisap,
bukanlah cara yg efektif utk mengurangi resiko2 yg dpt ditimbulkan dr kebiasaan
merokok.Cara terbaik utk menghindari rokok adlh dgn berhenti merokok…..dan jika
anda berhasil berhenti merokok, maka peluang terjadinya gangguan2 kesehatan spt
di atas akan semakin mengecil setiap tahun nya. 
Cara mengatasi bahaya merokok
Adapun untuk mengatasi kecanduan merokok di antaranya adalah hal-hal
berikut:
-Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap
individu masyarakat.
-Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah dan lingkungan
lainnya.
-Melarang para guru merokok di depan
murid-murid nya terutama yang masih berusia belia.
-Penerangan yang gencar dan intensif tentang
bahaya merokok.
-Membebankan pajak yang tinggi terhadap
berbagai jenis rokok.
-Melarang merokok di tempat-tempat kerja,
stasiun, bandara dan tempat-tempat umum lainnya.
-Menyebarkan fatwa para ulama yang
menjelaskan tentang haramnya rokok.
-Menyebarkan nasihat-nasihat dan
peringatan-peringa tan para dokter tentang bahaya rokok.
-Peringatan tentang bahaya rokok dalam
ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya.
-Nasihat secara pribadi kepada perokok.
Serba-serbi Rokok 1.Setiap harinya ada 44 orang meninggal dunia di Inggris
akibat rokok.
2. Setengah batang terakhir rokok mengandung zat yang jauh lebih
berbahaya dari setengah yang pertama.
3. Pemerintah Italia pada tahun 1962 melalui
UU. No.
65 melarang melakukan iklan rokok dan berbagai hal yang berkaitan
dengannya.
4. Sebagian dokter berkata, dalil-dalil sangat kuat sehingga sampai pada tingkat tidak ada jalan lain menurut perasaan kita sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap kesehatan umat manusia kecuali kita harus memperingatkan masyarakat dari bahaya rokok yang mengancam mereka.Karena itu mereka harus berhenti merokok!
5. Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Masuti sangat keras dalam hal
rokok, sehingga buku-buku yang ditulisnya banyak membahas tentang haramnya
rokok, di antaranya:”Pemahaman dan Penjelasan tentang Bahaya Tembakau yang
dikenal dengan Nama Rokok”, “Mutiara-mutiara Pilihan dalam Penjelasan Tentang
Haramnya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok.”
Subscribe to:
Posts (Atom)







